Tuesday, May 28, 2013

Keajaiban Rahim Dalam Al-Qur’an dan Medis Modern
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman:
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.” (QS. Al Mursalaat: 20-23)
Subhaanallah! Maha Suci Allah Subhanallahu wa Ta’ala yang telah membuat kesempurnaan penciptaan. Al-Qur’an menyebut rahim (uterus) dengan istilah qaraarin makiin yang berarti tempat yang kokoh. Lalu bagaimanakah sudut pandang penjelasan medis modern?
Dalam kondisi belum hamil, berat rahim tidak lebih dari 50 gram dan besarnya 5,2 cm persegi. Namun setelah hamil beratnya bertambah menjadi ratusan kali lipat dan besarnya bertambah ribuan kali lipat, panjang otot rahim bertambah menjadi 7-11 kali dan ketebalannya bertambah menjadi 2-5 kali lipat. Namun demikian adanya perubahan bentuk yang cukup drastis tersebut ternyata tetap serasi dengan bagian tubuh yang lain.
Kokoh dan Strategis Secara Anatomi
Rahim benar-benar berada di pusat tubuh manusia sehingga terlindungi dari semua sisinya. Rahim dikelilingi oleh pelindung dari tulang yang membentuk satu lubang khusus di mana rahim berada di dalamnya dan mampu menjaganya sehingga menjadikannya aman dan kokoh.
Tulang ekor (os sacrum) melindungi dari bagian belakang dan tulang pangkal pinggul (os coxae) melindunginya dari bagian depan.
Jika kita perhatikan lokasi tempat keluarnya air kencing (urin), kotoran (feses) dan janin sangatlah berdekatan, namun bagaimana fungsi masing-masing organ tersebut bisa berjalan optimal tanpa ada hambatan? Ketahuilah, Allah Subhanallahu wa Ta’ala menciptakan otot-otot tertentu yang menguatkan tempat tersebut sehingga otot ini di satu sisi bisa merapat namun pada waktu yang sama lubangnya tetap membuka sehingga keluarnya urin dan feses sangat teratur dan tetap mampu menjaga posisi kemaluan.
Rahim berbentuk seperti buah jambu pipih dengan dasar berada di atas dan puncaknya di bawah. Kemudian Allah Subhanallahu wa Ta’ala menguatkannya dengan banyak tali ikatan (ligamentum) yang saling menopang laksana jembatan gantung, sehingga walaupun tidak menempel dinding tubuh tetapi tetap kokoh dari segala sisi. Posisinya yang sedikit condong ke depan (anteflexi) dan membentuk sudut terbuka dengan vagina (anteversi) mampu mencegah rahim turun dan keluar (prolapsus uteri) serta dapat terlindung dari keguguran.
Kokoh dan Strategis Secara Fisiologis
Proteksi terhadap rahim benar-benar sejalan dengan fungsinya yakni tempat janin berada, tumbuh dan berkembang. Tekanan pada rongga perut akibat kontraksi otot diafragma dan otot dinding perut akan mendorong rahim ke arah bawah dan pada sisi yang berkebalikan juga ada tekanan ke atas akibat kontraksi otot bagian bawah. Akibat perimbangan tekanan ini menjadikan rahim tetap berada di tempatnya.
Akibat tekanan tulang paha dari bawah dan berat tubuh dari atas menjadikan rahim bisa sesuai dengan bentuk janin, dan ketika melahirkan bisa keluar dengan selamat ke dunia. Adanya hormon progesteron menjadikan otot rahim tetap tenang dan tidak mengalami kontraksi yang keras sebagai akibat dari hormon estrogen. Progesteron sekaligus memproteksi rahim sehingga tidak menolak kehadiran janin, khususnya gpada bulan-bulan awal kehamilan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: Konsultasi Kehamilan Secara Medis dan Islam oleh dr. Abu Hana El-Firdan & dr. Ummu Hana El-Firdan, penerbit: Toobagus Life dan Kaahil Media, cet. 1 Shafar 1432 H, hal. viii – ix.

5:15 PM Unknown
Keajaiban Rahim Dalam Al-Qur’an dan Medis Modern
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman:
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.” (QS. Al Mursalaat: 20-23)
Subhaanallah! Maha Suci Allah Subhanallahu wa Ta’ala yang telah membuat kesempurnaan penciptaan. Al-Qur’an menyebut rahim (uterus) dengan istilah qaraarin makiin yang berarti tempat yang kokoh. Lalu bagaimanakah sudut pandang penjelasan medis modern?
Dalam kondisi belum hamil, berat rahim tidak lebih dari 50 gram dan besarnya 5,2 cm persegi. Namun setelah hamil beratnya bertambah menjadi ratusan kali lipat dan besarnya bertambah ribuan kali lipat, panjang otot rahim bertambah menjadi 7-11 kali dan ketebalannya bertambah menjadi 2-5 kali lipat. Namun demikian adanya perubahan bentuk yang cukup drastis tersebut ternyata tetap serasi dengan bagian tubuh yang lain.
Kokoh dan Strategis Secara Anatomi
Rahim benar-benar berada di pusat tubuh manusia sehingga terlindungi dari semua sisinya. Rahim dikelilingi oleh pelindung dari tulang yang membentuk satu lubang khusus di mana rahim berada di dalamnya dan mampu menjaganya sehingga menjadikannya aman dan kokoh.
Tulang ekor (os sacrum) melindungi dari bagian belakang dan tulang pangkal pinggul (os coxae) melindunginya dari bagian depan.
Jika kita perhatikan lokasi tempat keluarnya air kencing (urin), kotoran (feses) dan janin sangatlah berdekatan, namun bagaimana fungsi masing-masing organ tersebut bisa berjalan optimal tanpa ada hambatan? Ketahuilah, Allah Subhanallahu wa Ta’ala menciptakan otot-otot tertentu yang menguatkan tempat tersebut sehingga otot ini di satu sisi bisa merapat namun pada waktu yang sama lubangnya tetap membuka sehingga keluarnya urin dan feses sangat teratur dan tetap mampu menjaga posisi kemaluan.
Rahim berbentuk seperti buah jambu pipih dengan dasar berada di atas dan puncaknya di bawah. Kemudian Allah Subhanallahu wa Ta’ala menguatkannya dengan banyak tali ikatan (ligamentum) yang saling menopang laksana jembatan gantung, sehingga walaupun tidak menempel dinding tubuh tetapi tetap kokoh dari segala sisi. Posisinya yang sedikit condong ke depan (anteflexi) dan membentuk sudut terbuka dengan vagina (anteversi) mampu mencegah rahim turun dan keluar (prolapsus uteri) serta dapat terlindung dari keguguran.
Kokoh dan Strategis Secara Fisiologis
Proteksi terhadap rahim benar-benar sejalan dengan fungsinya yakni tempat janin berada, tumbuh dan berkembang. Tekanan pada rongga perut akibat kontraksi otot diafragma dan otot dinding perut akan mendorong rahim ke arah bawah dan pada sisi yang berkebalikan juga ada tekanan ke atas akibat kontraksi otot bagian bawah. Akibat perimbangan tekanan ini menjadikan rahim tetap berada di tempatnya.
Akibat tekanan tulang paha dari bawah dan berat tubuh dari atas menjadikan rahim bisa sesuai dengan bentuk janin, dan ketika melahirkan bisa keluar dengan selamat ke dunia. Adanya hormon progesteron menjadikan otot rahim tetap tenang dan tidak mengalami kontraksi yang keras sebagai akibat dari hormon estrogen. Progesteron sekaligus memproteksi rahim sehingga tidak menolak kehadiran janin, khususnya gpada bulan-bulan awal kehamilan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: Konsultasi Kehamilan Secara Medis dan Islam oleh dr. Abu Hana El-Firdan & dr. Ummu Hana El-Firdan, penerbit: Toobagus Life dan Kaahil Media, cet. 1 Shafar 1432 H, hal. viii – ix.

Monday, May 27, 2013




Bulan Menyimpan Mineral "Alien"

NASA Kawah Copernicus seperti dipotret wahana Lunar Reconaissance Orbiter.
BEIJING, KOMPAS.com — Studi yang dilakukan oleh ilmuwan asal China dan Amerika Serikat mengungkap bahwa Bulan memiliki mineral alien. Bukan mineral milik alien makhluk luar angkasa, melainkan mineral yang "diimpor" Bulan dari asteroid atau lainnya.

Mineral yang ditemukan misalnya spinel dan olivine. Asteroid yang berada di tata surya kaya akan jenis mineral tersebut. Di Bulan, mineral ini hanya ditemukan di dasar kawah, seperti kawah Copernicus, Theophylus, dan Thyco. Mineral itu tak pernah ditemukan permukaan Bulan.

Studi yang dipimpin oleh Zhong Yue dari Institute of Remote Sensing Application, Chinese Academy of Science, ini berupaya melakukan pemodelan pembentukan kawah di Bulan oleh asteroid, melihat pengaruh kecepatan tumbukan dan besar kawah pada deposit mineral.

Studi menemukan bahwa 25 persen dari asteroid yang menumbuk Bulan datang dengan kecepatan 43.130 km/jam atau kurang. Kecepatan tersebut memang luar biasa cepat. Namun ilmuwan menduga, kecepatan itu takkan mampu melenyapkan asteroid.

Simulasi lain menunjukkan bahwa dengan kecepatan tersebut di atas material asteroid akan menguap dan tertinggal di kawah tumbukan. Bila kawah cukup besar, sekitar 20 kilometer, material akan mengumpul di dasar kawah.

Berdasarkan simulasi tersebut, ilmuwan menyimpulkan bahwa olivine dan spinel yang terdapat di dasar kawah Copernicus tidak berasal dari Bulan, tetapi dari asteroid yang membentuk kawah selebar 93 kilometer tersebut.

"Kami menyimpulkan bahwa beberapa mineral tak biasa yang ditemukan di dasar kawah tumbukan berasal dari luar, tidak dari Bulan itu sendiri," tulis ilmuwan dalam publikasi di jurnal Nature Geoscience, Minggu (26/5/2013), seperti dikutip AFP di hari yang sama.

Sebelumnya, banyak ilmuwan berpendapat bahwa mineral asing itu berasal dari lapisan dalam Bulan. Pada proses pembentukan kawah besar, tumbukan mampu mengeluarkan material yang semula berada di lapisan dalam Bulan.

Jay Melosh dari Purdue University, yang juga terlibat penelitian ini, mengungkapkan bahwa dengan hasil riset ini pandangan tersebut terbukti salah. "Ini juga mengingatkan ilmuwan untuk tidak memakai kawah Bulan sebagai petunjuk untuk memahami mineral di lapisan dalam Bulan," katanya.

Studi ini juga memicu dugaan menarik. Dipercaya, pada masa-masa awal Bumi, benda langit yang menumbuk Bumi mampu melepaskan dan menghamburkan material Bumi hingga ke antariksa. Material ini dipercaya sampai ke Bulan dengan kecepatan sekitar 2 km/detik.

Erik Aspaug dari Arizona Stae University yang memberikan tanggapan pada studi ini mengatakan bahwa mungkin saja material seperti spinel berasal dari Bumi masa lampau yang dihamburkan dan sampai ke Bulan.

Ada hal lain yang juga lebih menarik. Kemungkinan ada juga material kehidupan awal di Bumi yang dihamburkan ke Bulan lewat mekanisme yang sama. Lewat penelitian atau misi ke Bulan, manusia bisa menemukannya. Mungkinkah nanti manusia mengungkapnya?
Sumber :
AFP
Editor :
yunan

sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/05/27/08265457/Bulan.Menyimpan.Mineral.Alien
11:17 AM Unknown



Bulan Menyimpan Mineral "Alien"

NASA Kawah Copernicus seperti dipotret wahana Lunar Reconaissance Orbiter.
BEIJING, KOMPAS.com — Studi yang dilakukan oleh ilmuwan asal China dan Amerika Serikat mengungkap bahwa Bulan memiliki mineral alien. Bukan mineral milik alien makhluk luar angkasa, melainkan mineral yang "diimpor" Bulan dari asteroid atau lainnya.

Mineral yang ditemukan misalnya spinel dan olivine. Asteroid yang berada di tata surya kaya akan jenis mineral tersebut. Di Bulan, mineral ini hanya ditemukan di dasar kawah, seperti kawah Copernicus, Theophylus, dan Thyco. Mineral itu tak pernah ditemukan permukaan Bulan.

Studi yang dipimpin oleh Zhong Yue dari Institute of Remote Sensing Application, Chinese Academy of Science, ini berupaya melakukan pemodelan pembentukan kawah di Bulan oleh asteroid, melihat pengaruh kecepatan tumbukan dan besar kawah pada deposit mineral.

Studi menemukan bahwa 25 persen dari asteroid yang menumbuk Bulan datang dengan kecepatan 43.130 km/jam atau kurang. Kecepatan tersebut memang luar biasa cepat. Namun ilmuwan menduga, kecepatan itu takkan mampu melenyapkan asteroid.

Simulasi lain menunjukkan bahwa dengan kecepatan tersebut di atas material asteroid akan menguap dan tertinggal di kawah tumbukan. Bila kawah cukup besar, sekitar 20 kilometer, material akan mengumpul di dasar kawah.

Berdasarkan simulasi tersebut, ilmuwan menyimpulkan bahwa olivine dan spinel yang terdapat di dasar kawah Copernicus tidak berasal dari Bulan, tetapi dari asteroid yang membentuk kawah selebar 93 kilometer tersebut.

"Kami menyimpulkan bahwa beberapa mineral tak biasa yang ditemukan di dasar kawah tumbukan berasal dari luar, tidak dari Bulan itu sendiri," tulis ilmuwan dalam publikasi di jurnal Nature Geoscience, Minggu (26/5/2013), seperti dikutip AFP di hari yang sama.

Sebelumnya, banyak ilmuwan berpendapat bahwa mineral asing itu berasal dari lapisan dalam Bulan. Pada proses pembentukan kawah besar, tumbukan mampu mengeluarkan material yang semula berada di lapisan dalam Bulan.

Jay Melosh dari Purdue University, yang juga terlibat penelitian ini, mengungkapkan bahwa dengan hasil riset ini pandangan tersebut terbukti salah. "Ini juga mengingatkan ilmuwan untuk tidak memakai kawah Bulan sebagai petunjuk untuk memahami mineral di lapisan dalam Bulan," katanya.

Studi ini juga memicu dugaan menarik. Dipercaya, pada masa-masa awal Bumi, benda langit yang menumbuk Bumi mampu melepaskan dan menghamburkan material Bumi hingga ke antariksa. Material ini dipercaya sampai ke Bulan dengan kecepatan sekitar 2 km/detik.

Erik Aspaug dari Arizona Stae University yang memberikan tanggapan pada studi ini mengatakan bahwa mungkin saja material seperti spinel berasal dari Bumi masa lampau yang dihamburkan dan sampai ke Bulan.

Ada hal lain yang juga lebih menarik. Kemungkinan ada juga material kehidupan awal di Bumi yang dihamburkan ke Bulan lewat mekanisme yang sama. Lewat penelitian atau misi ke Bulan, manusia bisa menemukannya. Mungkinkah nanti manusia mengungkapnya?
Sumber :
AFP
Editor :
yunan

sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/05/27/08265457/Bulan.Menyimpan.Mineral.Alien